Kategori
coretanku sebungkuscemilan secangkirkopi, sederetcoretan setetestinta tinta

Kekuatan dalam kegelapan

Menglilang dari pandangan sudah tak asing lagi kalau untuk orang jawa, bukanlah sesuatu yang aneh atau nyeleneh, karna ada beberapa ilmu sepiritual yang dimana jika orang tersebut melakukan ritual-ritual tertentu akan dapat menghilang, tak terlihat dari pandangan mata telanjang. Biasanya ilmu itu disebut AJI PANGELIMUNAN. Siapa orang yang memiliki ilmu tersebut maka tak ada orang yang dapat melihatnya walaupun orang itu ada di depan kita, kecuali orang-orang tertentu yang dapat mengetahui posisi pemilik ajian pangelimunan, dapat merasakan beradaannya ada dimana atau orang-orang yang mempunyai penglihatan mata batin yang tajam.

Menglilang dari pandangan sudah tak asing lagi kalau untuk orang jawa, bukanlah sesuatu yang aneh atau nyeleneh, karna ada beberapa ilmu sepiritual yang dimana jika orang tersebut melakukan ritual-ritual tertentu akan dapat menghilang, tak terlihat dari pandangan mata telanjang. Biasanya ilmu itu disebut AJI PANGELIMUNAN. Siapa orang yang memiliki ilmu tersebut maka tak ada orang yang dapat melihatnya walaupun orang itu ada di depan kita, kecuali orang-orang tertentu yang dapat mengetahui posisi pemilik ajian pangelimunan, dapat merasakan beradaannya ada dimana atau orang-orang yang mempunyai penglihatan mata batin yang tajam.

Barangkali ilmu sepiritual di atas sudah tak relefan untuk di zaman sekarang, lagipula untuk mendapatkan ajian tersebut tidaklah mudah, harus bersedia menjalani lelaku-lelaku yang tidak bisa ditawar atau di kurangi jumlah tirakatnya. Biasanya ajian pengelimunan dimiliki oleh para perampok/maling, prajurit yang tugasnya sebagai telik sandi karna ia harus banyak curi dengar mendapatkan informasi secara diam-diam atau juga orang biasa yang aktifitasnya tak ingin di ketahui oleh orang lain.

Ada juga kekuatan-kekuatan lain yang dapat membuat seseorang tak terlihat oleh mata biasa, tanpa harus menguasai aji pangelimunan, karna tak kuat menjalani syarat-syarat lelaku yang diberikan sama sang guru. Bisa dengan benda-benda pusaka apapun bentuknya, yang dapat memberikan energi, magis yang membuat orang hilang dari pandangan.

Barangkali pelaku-pelaku korupsi yang menghilang dari pandangan mata KPK mempunyai ajian pangelimunan, jadi tahu-tahu sudah ditempat yang jauh sekali. Juga mempunyai ajian pangelimunan, yang tak dapat di lihat orang dengan mata biasa. Atau saja memiliki benda pusaka, yang umurnya ratusan tahun dan pusaka turun-temurun. Sehingga energi kekuatannya, tak di ragukan lagi, jadi dengan mudah menghilang begitu saja.

Oleh karna itu komisi pemberantasan korupsi KPK, tentu mencarinya tak menggunakan mata biasa. Haruslah menggunakan mata tembus pandang, karna jika di cari dengan cara-cara biasa akan lama, bukan berarti tak bisa.

Meskipun seseorang menguasai ajian pangelimunan atau mempunyai benda pusaka, yang dapat dirinya tak terlihat sama orang lain, walaupun di sekelilingnya banyak orang, puluhan, ratusan atau bahkan ribuan orang-orang itu tak dapat melihatnya.

Tetapi yang perlu diingat ialah, walaupun bisa menghilang dari pandangan tetapi kodrat manusia, pastilah mempunyai rasa lapar. Hal tersebut tak mungkin untuk di hilangkan, selama kita masih beraktifitas. Dan untuk memenuhi kebutuhan menghilangkan rasa lapar,, pastilah harus makan, untuk mendapatkan makanan sudahlah pasti harus ketemu dengan orang.

Demikianpula dengan para pelaku korupsi yang berpindah tempat begitu jauh. Kodrat alam yang tak bisa dilawan, akhirnya akan muncul di permukaan alam yang sesungguhnya.

Tak ada kekuatan yang abadi di dalam kehidupan ini, kuasa Ilahi tak dapat di hindari, walaupun mempunyai kesaktian yang sing adalawan, yang akhirnya terjerembab tanpa kekuatan, karna cahaya kesaktian tak selamanya terang akan reduk pudar hilang dari pandangan.

Jika di posisi yang benar kenapa harus menghindar, jika tak bersalah kenapa harus resah, jika tak melakukan kenapa harus menghilang dari pandangan, tak perlu mengeluarkan ajian pangelimunan, karna nanti akan susah mencari makanan.

Di dalam kondisi tertentu menghilang memang menyanangkan, karna asik tak ada gangguan yang datang, sehingga pekerjaan dapat segera di selesaikan sesuai target yang telah di tentukan. Karna pekerjaan yang dapat di buktikan, bukanlah dalam hayalan.

Jadi teringat ceritanya Abunawas.
Di suatu hari ketika Abunawas sedang pergi keluar kota, tentu di zaman dulu tak seperti sekarang ini, waktu perjalanan bisa di persingkat, karna kendaraan yang cepat tak menggunakan kendaraan hewan lagi. Dan waktu itu Abunawas pergi tidaklah lama hanya beberapa hari saja, dari rumahnya ke tujuan dan dari tujuan sampai kembali lagi ke rumahnya. Selama Abunawas sedang pergi itu, di negrinya ada kejadian pencurian dan para petugas sudah berusaha mencari dan semua cara juga sudah dilakukan siapa pencurinya tetapi orang-orang tak ada yang mau mengaku. Masa ia pencuri kok mau mengaku tentu ajaib bin luar biasa.

Nah ketika Abunawas sudah pulang ke rumahnya, para petugas yang tadi melakukan pemeriksaan, datang ketemu sama Abunawas, lalu semuanya diceritakan. Abunawas yang selalu banyak cara untuk mengatasi masalah, akhirnya mendapatkan cara. Abunawas meminta kepada masyarakat untuk berkumpul di lapangan, setelah itu iapun segera mempersentasikan apa yang menjadi fikirannya. Waktu itu  ia membagi-bagikan tongkat yang sudah diberikan mantera kata Abunawas. Ke seluruh orang yang hadir pada saat itu dan ia berkata: tongkat ini akan bertambah satu jengkal jika orang tersebut yang melakukan pencurian dan besok pagi kalian harus datang lagi kesini.

Abunawas berkata seperti itu, sudah pasti tentu si pencuri cemas di rumahnya, mencari akal bagaimana caranya agar tongkat yang ada di tangannya tidak bertambah satu jengkal, akhirnya si pencuri mempunyai akal tongkatnya di potong satu jengkal, karna si pencuri mempunyai anggapan besok pagi akan memanjang lagi satu jengkal jadi tak akan ketahuan sama Abunawas.

Dipagi harinya setelah orang-orang pada berkumpul dan berbaris, Abunawas memperhatikan satu per satu orang yang datang itu, setelah diperhatikan sama Abunawas ternyata ada salah satu orang yang tongkatnya pendek satu jengkal, sedangkan orang-orang yang lainnya panjang tongkatnya normal seperti yang kemarin dikasi. Berarti kesimpulannya orang itulah yang tongkatnya pendek satu jengkal, karna ia ketakutan kalau nanti tongkatnya akan panjang sendiri yaitu satu jengkal, jika tongkatnya di potong satu jengkal maka dipagi harinya si pencuri mengira akan panjang sendiri seperti apa yang dikatakan sama Abunawas.

Cerita singkat di atas barangkali tak relefan untuk di trapkan   tetapi ada nilai-nilai yang dapat dijadikan pelajaran. Ketika mengadapi persoalan yang rumit, apalagi yang bersangkutan tak ada tak tahu kemana, tentu akal berjalan diluar jalan, karna jika masih disatu jalan akan lama, sedangkan harus segera mencari titik terang agar semuanya gamblang.

Untuk mengakhiri tulisan yang singkat ini, ada beberapa hal yang ingin disampaikan dan mudah-mudahan ada manfaatnya, jika tidak juga tidak papa. Karna lain daerah lainpula budayanya, lain budaya lainpula tatacaranya, lain tempat juga lainpula makanan has dan tradisinya.

Memang mencari sesuatu di dalam kegelapan tidaklah mudah, apalagi yang dicarinya itu benda atau yang dapat bergerak tentu susah, barang yang mati saja jika lupa dimana menaruhnya juga kebingungnan mencarinya, apalagi yang bisa berpindah-pindah. Mitode atau cara-cara khusus perlu di trapkan, di luar dari kebiasaan. Karna agar tak dapat di pelajari oleh orang lain, jika cara yang digunakan itu-itu saja dan tak ada cara cadangan, maka dapat di lihat dan dapat dibaca.

Apalagi jika kita telah mengetahui bahwa orang yang dimaksudkan mempunyai ajian pangelimunan, yang sudah disebutkan di atas, maka cara-caranya tidaklah seperti biasa yang sering di lakukan. Karna jika dilakukan akan sia-sia, yang seharusnya mudah tetapi malah kehilangan arah serta lacak.

Ada guru silat yang memberikan nasehat pada murit kesayangannya, guru tersebut berpesan kepada muritnya: jika berhadapan dengan manusia hadapilah secara manusia juga, jika berhadapan dengan hewan hadapilah secara hewan pula, jika berhdapan dengan yang ghaib hadapilah dengan ghaib yang sama artinya dengan doa.

salam semangat

wira-wiri tetaplah jaga diri

Oleh Aksara bicara

Lakukan apa yang dibisa jangan membual membohongi orang jika tak bisa ingat azab Allah sangat pedih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s